5 Keunikan Pantai Losari di Mata Orang Makassar

Pantai Losari yang terletak di sepanjang jalan penghibur merupakan salah satu ikon kota Makassar. Dia juga menjadi salah satu magnet untuk wisatawan lokal maupun mancanegara. Rasanya belum afdol berkunjung ke kota Makassar jika belum singgah untuk foto, makan pisang epe atau sekedar melewati pantai ini.

pantai losari
Pantai losari view dilihat dari salah satu hotel di makassar

Ada banyak alasan yang menyebabkan pantai ini menjadi terkenal di masyarakat luas. Menurut pendapat saya sebagai orang Makassar, ada 5 keunikan dari pantai Losari yang membuatnya khas dan berbeda dengan pantai-pantai lainnya di Indonesia, yaitu:

1. Nama Pantai Losari

Asal muasal nama pantai Losari sendiri belum ada yang bisa memastikan karena tidak ada catatan sejarah yang menuliskan secara pasti. Namun menurut berbagai tulisan, asal nama LOSARI berasal dari kata LOS dan ARI.

LOS yang berarti tempat atau pasar untuk jual beli karena dulunya di daerah pantai losari merupakan pasar ikan karena dekat dengan laut. Sedangkan ARI berasal dari kata-kata ari-ari yang mempunyai arti pembungkus atau penyuplai. Namanya sendiri diasumsikan sudah ada pada saat pemerintahan NICA yaitu sekitar tahun 1945-1946. Nama tersebut sudah sangat identik sehingga orang-orang dan termasuk pemerintahpun sudah tidak terlalu mempedulikan asal usulnya.

Tanggul penahan ombak yang terkadang jadi tempat mancing dan juga pacaran. Pic dari viertaz
2. Pantai tidak berpasir

Pantai biasanya identik dengan pasir baik itu pasir putih maupun pasir hitam. Beberapa pantai bahkan terkenal karena pasirnya berwarna merah muda. Sebaliknya pantai Losari tidak memiliki pasir sama sekali. Hal ini disebabkan karena sepanjang pantai telah dibangun tanggul atau penahan ombak dari ganasnya ombak selat Makassar. Sehingga kita tidak bisa bermain pasir di pantai Losari dan hanya bisa duduk-duduk disepanjang tanggul yang ada sembari menikmati sunset

3. Meja makan terpanjang

Pantai Losari sempat terkenal sebagai meja makan terpanjang yang berada di pinggir pantai seIndonesia bahkan mungkin sedunia. Hal ini disebabkan karena banyaknya penjual berbagai macam makanan yang bisa kita temukan di sini. Kita bisa duduk-duduk sambil menikmati makanan di sepanjang tanggul atau penahan ombak yang ada. Namun hal tersebut sudah berubah beberapa waktu terakhir ini. Hal ini disebabkan karena pemerintah telah merelokasi penjual-penjual makanan yang ada untuk membuat pantai Losari lebih bersih dan indah.

Maklum saja, saat masih terkenal dengan meja makan terpanjang, banyak orang yang tidak bertanggung jawab yang membuang sisa makanan atau sampahnya ke laut di pantai Losari. Namun kita tidak usah khawatir karena lokasi penjual makanan masih berada sangat dekat dengan pinggir pantai sehingga memudahkan kita untuk berjalan-jalan sehabis wisata kuliner. Apakah anda ingin makanan ringan seperti pisang epe atau makan yang lebih mengenyangkan? Semuanya bisa anda temukan di penjual makanan yang berada di pantai Losari

Meja makan terpanjang

Baca juga: Nikmati sunset di Bali

4. Masjid terapung

Pantai Losari juga memiliki masjid yang bernama Masjid Amirul Mukminin. Masjid ini memiliki ciri khas tersendiri dalam arsitekturnya. Bentuknya yang seperti lingkaran dengan diameter 45m memiliki dua kubah dengan diameter 9m yang berwarna biru seperti langit yang melatar belakanginya. Masjid ini juga terkenal sebagai masjid terapung karena dibangun diatas laut dan ditahan oleh tiang pancang. Saat air laut sedang pasang maka kita akan melihat seolah-olah masjid ini sedang terapung. Sempatkanlah singgah shalat subuh atau magrib di Masjid ini dan sesudahnya nikmati pemandangan ke laut lepas dari lantai 3 masjid. Pemandangan yang spektakuler menanti untuk anda nikmati.

Mesjid terapung. Pic dari lilis964
5. Khas dengan keseniannya

Pantai Losari juga terkenal dengan anjungannya yang menggambarkan 4 suku etnis di Sulawesi Selatan. Disini kita bisa menemukan tulisan pantai Losari seperti di kota-kota wisata terkenal lainnya. Selain tulisan pantai Losari, kita juga bisa menemukan berbagai macam patung yang menggambarkan adat istiadat di Sulawesi Selatan. Ada patung penenun yang menggambarkan penenun yang sedang menenun sutra, patung olahraga takraw, patung becak, kapal Phinisi dan lain-lain. Tidak hanya patung-patung yang menggambarkan keadaan di Sulawesi Selatan tapi ada juga berbagai patung dada pahlawan-pahlawan Nasional terutama pahlawan dari Sulawesi Selatan. Selain seni patung dan pahat, kita juga bisa menemukan seni lukis di MakassArt Gallery

patung yang melambangkan adat istiadat di Makassar

Baca juga : Nikmati sunset dari Infinity Pool di kota Makassar

Itulah 5 keunikan pantai Losari yang menurut saya pribadi membuatnya berbeda dengan pantai-pantai lainnya di Indonesia. Jika anda belum pernah menginjakkan kaki ke kota Makassar maka luangkanlah waktu untuk datang berkunjung ke kota Makassar. Banyak hal yang bisa dilakukan di kota Makassar apalagi untuk anda pecinta wisata kuliner. Dijamin timbangan badan anda bisa naik beberapa kilo setelah pulang dari wisata di kota Makassar

  1. Munafie Korset Slimming Pants

    January 18, 2017 at 1:56 pm

    mesjid terapung memang sangat terkenal sekali na..

  2. evhy kamaluddin

    December 27, 2016 at 10:57 am

    Mauta makan pisang epe lagi liat tulisanta kak lia.. mengingatkan masa2 di pantai losari bersama teman-teman pas kuliahh

  3. nunu amir

    December 27, 2016 at 10:57 am

    Wahhhh… pantai losari… rinduku

  4. Abby Onety

    November 26, 2016 at 4:42 am

    Pantai Losari sekarang makin kereeenn… makin banyak bulenya hahaaa

  5. Sandra

    November 26, 2016 at 4:42 am

    Aku udah 2 kali ke Makassar tapi belum pernah ke pantai Losari huuhuhuhuhu *syediiih* secara ke Makassar buat kerja hahaha jadi ngga bisa jalan2 dengan bahagia. Lain kali kalau jalan-jalan ke Makassar lagi jadi guide aku ya liaaa, poto2 di pantai Losari 😀 *ngarep*

  6. Mugniar

    November 26, 2016 at 4:42 am

    Untungnya kembali menjadi meja makan terpanjang. Dulu kan sempat ditiadakan sama pemerintah padahal itu tommi keunikannya pantai ta' … nah sekarang jadi meja terpajang mi lagi … ada juga yangbilang "restoran terpanjang" di dunia 🙂

  7. ardian adw

    November 20, 2016 at 4:32 am

    sepanjang ingatan, saya tdk pernah mancing di losari ketika losari masih seperti yg di gambar. hihi.

Makasi sudah membaca dan memberikan komen di tulisan saya. It means a lot to me biar makin semangat nulis. Please bantu share tulisan ini, siapatau tulisan ini bermanfaat untuk orang lain yang membutuhkannya.

%d bloggers like this: