Drama kehilangan PASPOR di Bandara Atarturk, Istanbul

Saya baru menyadari paspor saya hilang 60 menit sebelum boarding. Kebetulan tidak ada pemeriksaan paspor untuk memasuki ruang tunggu jadi saya tidak menyadarinya sampai detik terakhir.

Saya dibantu suami langsung membongkar tas tangan dan cabin tapi tetap tidak saya temukan. Saat itu, pemikiran saya berkecamuk antara panik dan shock. Karena saya semestinya hanya transit selama beberapa jam untuk kemudian melanjutkan perjalanan saya ke Vilnius, Lithuania.

Baca juga : Naik kereta ke stasiun tertinggi di Eropa

Buru-buru saya kembali ke toko duty free. Saya memang sempat singgah untuk membeli tas Longchamp titipan saudara. Saya takut tidak sempat mampir saat transit pulang. Saat saya menanyakan ke kasir, kasir yang ada sudah berganti shift dan kasir baru tidak mengetahui sama sekali tentang paspor saya. Kasir tersebut hanya bertanya kepada temannya di shift yang sama tanpa usaha mencoba menanyakan ke temannya di shift sebelumnya. Dia terkesan cuek bebek.

Suasana pemeriksaan bandara Attarturk, Istanbul

Sayapun mencoba bertanya ke informasi, pihak informasi juga hanya memberitahukan kalau tidak ada yang menemukan paspor dan memberikan ke mereka. Saya lalu mencoba ke café tempat saya menunggu dan mereka juga memberikan jawaban yang sama. Mereka tidak pernah melihat ada paspor yang tertinggal.

Antara speechless dan putus asa, saya kembali ke gate tempat suami saya menunggu. Dalam benak saya berkecamuk berbagai pikiran. Saya tiba-tiba teringat akan film mata-mata yang biasa saya tonton. Di film tersebut, salah satu barang berharga untuk mata-mata yaitu paspor agar mereka dapat palsukan. Tapi saya menepis anggapan kalau paspor saya dicopet. Dalam pikiran saya, “ngapain juga nyopet paspor Indonesia yang butuh visa untuk memasuki suatu Negara. Trus susah lagi untuk dapat visanya “ (ok…ini nyinyir wkwkwk).

Pikiran lain yang berkecamuk, apakah nasib saya akan seperti Tom Hanks di film The Terminal yang terpaksa harus tinggal di airport karena tidak punya paspor?? Arghhh….sungguh tak terbayangkan bagaimana nasib saya.

Baca juga: Yang harus dilakukan saat kehilangan Paspor

Tiba di gate, semua rombongan tour kami sudah berangkat dan suami saya tertinggal sendiri. Itu artinya kami harus mengurus segala sesuatunya sendiri tanpa di bantu oleh travel. Seandainya paspor saya benar hilang, artinya saya dan suami akan batal ke Eropa dan Rusia. Walaupun saya bisa mendapatkan paspor sementara dari KBRI Turki tapi saya tidak punya visa Schengen dan Rusia di paspor yang baru.

suasana bandara atarturk

Saya kembali mengingat-ngingat dimana kemungkinan paspor saya terselip, jatuh atau tertinggal?? Saya sangat yakin kalau paspor saya tertinggal di toko duty free tersebut. Karena saya tidak berbelanja di tempat lain. Sayapun kembali ke toko duty free bersama suami.

Kali ini saya mencari pegawai yang terlihat ramah. Untung akhirnya saya bertemu dengan pegawai yang ramah. Saat saya menceritakan permasalahan saya, dia langsung meminta nota belanja di duty free tersebut. Dari nota, dia mengecek siapa yang melayani saya dan langsung menelpon temannya. Tidak lama kemudian, dia sudah dapat informasi kalau paspor saya diserahkan ke pihak kepolisian bandara. Dengan baik hati, dia menemani kami sampai ke kantor polisi dan menceritakan soal paspor saya. Polisinya pun tidak banyak bertanya-tanya dan langsung menyerahkan paspor saya.

Seandainya saya bertemu dengan orang tersebut lebih cepat, mungkin saya tidak perlu ketinggalan pesawat. Saya sungguh menyayangkan perlakuan temannya yang lain, yang kesannya tidak peduli dan tidak berusaha membantu sama sekali.

Masalah saya tidak berakhir disini karena kami harus melanjutkan perjalanan menyusul rombongan tour yang lain. Kami lalu ke kantor Turkish Airline untuk menanyakan mengenai apa sebaiknya yang kami lakukan.

Setelah menceritakan permasalahan kami, pihak Turkish airline hanya mengambil boarding pass yang sudah hangus dan meminta kami menunggu. 3 jam lebih untuk mendapatkan informasi mengenai tiket. Dan setelah 3 jam menunggu, jawaban mereka hanya simpel. Mereka tidak bisa membantu karena tiketnya tidak dibeli langsung di website melainkan melalui agen. Kami harus menghubungi travel tour kami di Indonesia untuk menanyakan soal nasib tiket kami.

Kamipun mencoba menghubungi travel tour agent kami melalui whatsapp. Entah kenapa, saat itu internet bandara tidak bisa dipakai whatsapp call dan browsing sama sekali. Untung saya teringat kalau saya menyewa Java mifi untuk perjalanan Eropa dan Rusia kali ini. Kebetulan Turki masih termasuk dalam wilayah cakupan Eropa. Sinyal internet dari Java mifi sangat lancar. Terbayang tagihan telpon yang harus saya bayar jika kami tidak bisa menghubungi via whatsapp call. Padahal permasalahan kami masih sangat banyak.

Baca juga: Yang harus dilakukan saat kehilangan paspor

Tak lama kemudian, teman seperjalanan mengabarkan kalau koper kami tidak ada di Vilnius, Lithuania. Sehingga kami harus menanyakan bagaimana nasib bagasi kami ke pihak Turkish Airline. Saat kami kembali ke sana menanyakan bagasi kami, lagi-lagi boarding pass kami hanya diambil tanpa berkata apa-apa.

Selama menunggu untuk kedua kalinya, saya menyaksikan suatu hal yang tidak bisa saya percayai dan membuat saya shock. Saya shock karena menyaksikan dengan mata kepala sendiri saat salah satu staff Turkish Airlines memukul salah satu penumpang. Sayangnya, saya tidak sempat memvideokan karena terlalu kaget.

Penumpang lain berusaha melerai antar staff turksih airline dan penumpang yg bertikai

Jadi ceritanya, ada penumpang yang bermasalah juga walaupun saya tidak tau pasti permasalahannya. Dia juga sudah menunggu lama seperti saya dan tidak dilayani dengan baik oleh staff Turkish Airlines. Mungkin karena sudah kesal sekali, saat dia bertanya untuk kesekian kalinya mengenai permasalahannya dan tidak dijawab, diapun menendang pintu kantor. Walaupun penumpang ini salah karena emosi tapi Staff Turkish tidak semestinya main hakim sendiri. Mereka seharusnya memanggil polisi bandara yang akan mengamankan penumpang tersebut.

Baca juga: Perlengkapan musim dingin 

Sejujurnya, saya bisa merasakan perasaan penumpang tersebut. Terbayang seperti saya yang sudah naik pesawat selama 12jam +5jam menunggu boarding+3jam menunggu untuk dapat kabar. Selama 20 jam tersebut, saya tidak bisa tidur dan makan dengan baik. Saya sudah lelah jiwa dan raga tetapi harus menghadapi pelayanan pegawai Turkish Airlines yang tidak membantu sama sekali.

Teman-teman tau apa jawaban pihak Turkish Airlines setelah 2 jam lebih saya kembali menunggu untuk mendapatkan informasi mengenai bagasi saya?? Mereka hanya menjawab kalau semua ini urusan travel tour di Indonesia dan saya diminta kembali setelah saya mendapatkan kode tiket baru dari Indonesia.

Jawaban yang sungguh membuat emosi jiwa apalagi karena sudah menunggu berjam-jam. Seperti itukah pelayanan maskapai yang bertaraf International?? Sungguh berbeda dengan pelayanan pegawai Maskapai timur tengah yang pernah saya naiki. Saat itu, salah satu teman saya ketinggalan ipad di counter transit dan pegawai maskapai timur tengah tersebut dengan baiknya mencari kami sampai ke gate kami untuk menyerahkan ipad tersebut.

Yang saya harapkan hanya penjelasan mengenai pilihan-pilihan yang kami punyai. Bagaimana nasib bagasi kami jika kami akan melanjutkan perjalanan seperti rute semula ke Vilnius, Lithuania atau jika kami mengubah rute ke Riga, Latvia agar bisa menyusul rombongan tour.

Kami akhirnya memutuskan untuk mencari staff Turkish airline lainnya di tempat yang berbeda. Saat lagi berjalan tak menentu arah berharap bisa bertemu kantor Turkish airline yang lainnya, saya bertemu dengan staff yang terlihat baik hati. Sayapun menghampiri dan menceritakan permasalahan saya mengenai bagasi.

Dari beliau, saya mendapatkan informasi kalau saya harus tetap mengikuti rute penerbangan saya seperti semula agar bagasi saya bisa diterima di kota tujuan. Alternatif lainnya, saya bisa mengambil visa VOA dan ke counter bagasi setelah imigrasi untuk mengambil bagasi saya. Diapun menyarankan untuk pergi ke counter transit yang lebih kecil untuk mendapatkan informasi lebih pasti.

Setelah bertanya di counter transit yang lebih kecil, kami akhirnya memutuskan untuk mengambil visa VOA Turki dan stay over semalam agar bisa mengambil bagasi. Kebetulan hari itu sudah tidak ada penerbangan ke Vilnius maupun ke Riga. Kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan kami ke Riga, Latvia agar dapat mengejar rombongan tour yang hanya semalam di Vilnius.

Apalagi denda tiket yang harus kami bayarkan jika kami tetap ke Vilnius sama dengan jika kami mengubah rute langsung ke Riga. Setiap orang tetap harus membayar kurleb 2 digit karena dianggap membeli tiket baru.

Itulah sekelumit pengalaman saya kehilangan paspor di Negara orang. Smoga pengalaman saya bisa menjadi pelajaran untuk teman-teman yang hendak travelling ke luar negeri agar extra hati-hati mengenai paspornya.

 

 

43 Comments

  1. Yulia

    December 18, 2017 at 1:43 pm

    Duh.. Minus banget ya kelakuan oknum Turkish Airlines. Kalau aku yang jadi mba ketika kehilangan paspor, aku pasti ngga bisa mikir mesti ngapain 😂
    Makasih untuk share pengalamannya ya mba

  2. phadliharahap

    November 18, 2017 at 9:33 pm

    repot banget ya kehilangan paspor. untungnya bisa diatasi. bacanya ikut olahraga jantung. Salam

  3. Ericka

    November 15, 2017 at 8:18 pm

    Saya pun punya pengalaman buruk di bandara ini mbak, dan pertama kali pula .. saya jadi ogah mau ke Negeri ini lagi meski pesona foto-foto teman yang sukses kesana masih menggoda. Orang2 bandaranya itu dan kebanyakan orang yang saya temui itu “dingin” kaya salju hahaha.. duhh sampe sekarang belum saya tulis di blog pengalaman itu, nanti saya dikira nyinyir .. tapi dari pengalaman mbak ini ternyata mirip2 lah dengan saya, saya juga bertemu perempuan turki yang ngaku2 dia dari Prancis, duh main serobot seenaknya sendiri .. looh jadi curhat 1 paragraf hihihi.. thanks for sharing ya mbak

  4. Via

    November 7, 2017 at 10:57 am

    thanks for sharing pengalamannya kak. ga kebayang kalo kejadian sama aku.. tapi dibalik semua peristiwa ada pelajaran yang kita ambil..

  5. Turis Cantik

    October 12, 2017 at 9:19 pm

    OMG mbak Liaaaa..Duhh duty free pegawainya musti dipecat tuh yg pertama. Edan! Aku tuh prnh ilang koper aja panik apalgi kl paspor. Bandara turki ini emang sinyal internetnya bapuk banget ya. Be good mbak and enjoy the rest of the trip.

  6. nia nastiti

    October 12, 2017 at 7:24 am

    Noted banget nih kalau kehilangan barang di tempat jual beli, tunjukin struk dan saranin nanya ke petugas yg ada di struk belanja buat nyari barangnya ya Mba, tapi kalau panik susah nginet yg gini2 pasti. Fiuh untunglah Mba Lia dan suami sepertinya masih calm meski chaos banget. Dan akhirnya bisa nyusul rombongan meski ada rugi tiket. Yang penting jadi liburan ya Mba 🙂

  7. Desy Yusnita

    October 12, 2017 at 1:09 am

    Tuh kan mba, bacanya mules….ngerasain gimana dirimu 20 jam luntang-lantung ga jelas gitu. Kebayang muka suami yang mungkin stress…apalagi suami akuu…..kebayang sebelnya ditinggal tour yang ga bertanggungjawab. Soal penumpang yang dipukul itu, kayanya kalo di Indonesia udah diperkarakan tuh ya. Alhamdulillah bisa kembali ke tanah air lagi ya Mba.

  8. ciungtips

    October 11, 2017 at 2:10 pm

    wah untungnya bertemu petugas yang baik hati di ujung cerita, deg-degan baca pas awal-awalnya huhu

  9. Rudy

    October 10, 2017 at 9:59 pm

    Saya juga mengalami hal serupa, kebetulan sy naik SQ Taipei tujuan Sby tgl 24 Sept 2017, sy kehilangan pasport dan boarding pass 1 jam sebelum psw boarding, petugas airline SQ bener2 membantu sy, menghubungi sana-sini, pihak found dan lost, beberapa tempat dimana saya pernah sy datangi spt wc, bahkan membantu membongkar tas hand carry sy siapa tau ada di dalam, mereka dengan cekatan pula menyiapkan boarding pass pengganti, siapa tau passport kembali namun boarding pass nya hilang.
    Karena masih belum ketemu akhirnya saya balik lagi cari ke food court dimana sy pernah makan sebelumnya, sy cari2 ternyata ada di 1 stand penjual makanan, sayangnya mengapa tdk segera diserahkan ke bagian found n lost sehingga penumpang dpt segera tertolong, kebetulan sampul warna passport sy menyolok yaitu warna kuning shg dgn cepat bisa saya kenali. Saya ambil kembali passport itu lalu lari2 ke gate sy krn pesawat sedang boarding, sy memberitahu petugas yg membantu saya jg mengucapkan banyak terima kasih atas pertolongan mereka. Bener2 sebuah pengalaman selema 1 jam seperti orang gila.

  10. Dian Juarsa

    October 10, 2017 at 9:10 pm

    Mungkin kalo aku yg di posisi seperti itu. Gak tau berapa kali bakalan mewek didepan bnyak orang

  11. herva yulyanti

    October 10, 2017 at 7:59 pm

    aduh mba kebayang di posisi mba aku bisa nangis bombay da 😢 untunglah ketemu juga meski akhirnya ketinggalan y mba tp ini pengalaman yg kasih info supaya hati2 sama paspor

  12. Lidha

    October 10, 2017 at 7:37 pm

    deg-deg-deg plus greget ngikutin ceritanya, tetep bersyukur endingnya baik.
    Apa perempuan memang lebih sering lupa barang ya? pernah lapor kehilangan di kantor polisi, yg ngantri banyakan emak2.
    Kalau saya kejadian kayak mbak, kayaknya saya bakalan ingat film terminal juga deh. Anu, sering gitu sih imajinasi lebih jalan dari memori 😀
    Tauk deh, macam mau prepare aja hidup di bandara, padahal ya jangan sampe lah.

  13. Yhanthy

    October 10, 2017 at 6:30 pm

    Meskipun saya belum ke LN, tapi saya berdoa bisa touring juga buat eksekusi si Paspor yang belum kepakai2.

    Terimakasih sharingnya ka lia, pelajaran berharga dan pengalaman yang deg2an kalo Paspor itu kenapa napa

  14. Bai RUindra

    October 10, 2017 at 6:24 pm

    Pengalaman yang sangat berharga mbak, semoga ini jadi catatan penting untuk semua orang.

  15. Ayi Prima

    October 10, 2017 at 5:04 pm

    Deeh.. Kalau saya yang alami itu mungkin sudah nangismi.. Untungnya ada suami yang temani ya kak?

  16. fika anaira

    October 10, 2017 at 2:49 pm

    Mbak aku ikut deg-degan bacanya huhuhu Bisa jadi pelajaran buat saya selalu hati-hati memegang paspor di manapun

  17. ennylaw

    October 10, 2017 at 1:46 pm

    ikutan deg2an. Untungnya paspor selamat ya

  18. Erisca fuji

    October 10, 2017 at 1:34 pm

    wahhh speechless aku bacanya nya, ga kebayang klo ngalamin gal yg Sama.. Negara nya yg jauh pula😂 tp selalu Ada pengalaman berharga disetiap hal yg krg mengenakan ya kak..

    1. Lia Djabir

      October 10, 2017 at 11:56 pm

      iyaa say. harus ekstra hati2

  19. Anita

    October 10, 2017 at 1:15 pm

    Pengalaman yg sgt berharga dan bisa dijadikan pelajaran mba Lia, saya jadi ingat ole2 yang dikasih sm mba Lia, wah ole2 yg penuh cerita berharga ternyata. Dan saya simpan didepan kompi kantor. Makasih mba Ole2nya😊

    1. Lia Djabir

      October 10, 2017 at 11:21 pm

      sama-sama mba saiii

  20. Ratih Rahad

    October 10, 2017 at 1:11 pm

    Saya membayangkan bagaimana paniknya berada disituasi ini.

    1. Lia Djabir

      October 10, 2017 at 11:20 pm

      aku sih kemarin gak tlalu panik krn mikirnya the worst scenario masih bisa ke istanbul krn visa mrk pake VOA

  21. Eryvia Maronie

    October 10, 2017 at 1:07 pm

    Wuih.. Emang ribet urusannya kalo sampe paspor tertinggal atau hilang. Tapi koq dr pihak travelnya juga tinggalin Lia? Pake travel apa kemarin?

    1. Lia Djabir

      October 10, 2017 at 11:16 pm

      travelnya harus nemenin rombongan yang lain untuk melanjutkan perjalanan. gak enaklah nyebut brand nanti kena semprit lagi hehehe

  22. Ifa

    October 10, 2017 at 12:32 pm

    Penasaran bagaimana kak Lia bisa mengenali “staff yang terlihat baik hati” 😀

    1. Lia Djabir

      October 10, 2017 at 12:46 pm

      hihi gmn yaa caranya…paling kalau liat staff yang tersenyum ramah saat papasan sih

  23. PutriKPM

    October 10, 2017 at 12:04 pm

    Ya ampun mba, aku bacanya sampe ikutan deg – degan juga 🙁 tapi jadi pembelajaran sih. Setidaknya kudu punya pemahaman bahasa tubuh supaya bisa bedain masa staff yg beneran baik mana yang acuh tak acuh huft

    1. Lia Djabir

      October 10, 2017 at 11:18 pm

      iyaa mba… maunya sih nyari staff yg baik hati tp kl lagi antri gitu jdnya serejekinya dehh

  24. Lina

    October 10, 2017 at 12:01 pm

    sikembar juga ikut dalam drama ini kah kak?

    1. Lia Djabir

      October 10, 2017 at 12:45 pm

      untuuung mereka gak ikut. gak kebayang kalau mereka ikut sih. sa bakalan stress berat karena itu artinya ganti tiket u 4 orang

  25. tari

    October 10, 2017 at 11:55 am

    waaaah sering dapat drama juga pas di airport tapi drama yang kak Lia alami bener2 deh bikin emosi jiwa.

  26. Icha

    October 10, 2017 at 11:49 am

    Huaaaahhh…ternyata serumit ini masalahnya, kalo sy mi yg kena masalah bgt panik garis keras meka kak..
    Nice sharing kak lia…

    1. Lia Djabir

      October 10, 2017 at 12:44 pm

      hehe sa juga panik tp berusaha tenang krn kalau panik takut malah tambah kacau. apalagi liat staff turkish kayak gitu

  27. daeng ipul

    October 10, 2017 at 11:48 am

    Orang bilang di luar negeri: your passprt is your soul. Memang harus ekstra hati-hati ya? Ckckck

    Tapi perlakuan orang Turki itu juga mengagetkan buat saya. Sampai segitunya ya mereka? Memukul penumpang ckckck

    1. Lia Djabir

      October 10, 2017 at 12:43 pm

      dehhh daeng…tanganku sampe gemetaran pas mau fotoki. takutka kedapatan trus sa juga dipukul. itu mukul penumpangnya gak hanya sekali lohh tapi sampe penumpangnya jatuh dilantai masih dipukul

  28. Evhy

    October 10, 2017 at 11:46 am

    Ngeri banget yaa kak lia yaa.. untungnya kak lia bertemu dengan orang-orang yang baik hati setelah sabar menanti. Gimana ya kalau mislanya kita lagi sendiri aduuhh ngga bisa ngebayangiiinnn.. lelah luar biasaa.. perjalanan ke Jkt aja kadang2 nyinyirnya minta ampun karena masalah delay dll, apalagi ini di negara orang. Berarti suaminya kak lia supportive banget yaa setia menemani.

    Apapun masalahnya, Alhamdulillah bisa terpecahkan juga.. tulisannya jadi pelajaran untuk kita semuaa 🙂

    1. Lia Djabir

      October 10, 2017 at 12:41 pm

      hihi…kena omel juga sih ama suami tapi yah mau gimana lagi. namanya juga musibah

  29. ndypada

    October 10, 2017 at 11:14 am

    Kebayang hecticnya kak Liaa.. Namun dibalik kejadian selalu ada hikmah dan pelajaran. Terima kasih sharingnya kak.

    1. Lia Djabir

      October 10, 2017 at 12:41 pm

      iyaa…harus lebih aware sama dokumen perjalanan

  30. alfu laila

    October 10, 2017 at 11:01 am

    Deh kak liaa.. Sy ga bisa bayangkan kalau terjadi sama saya. Tapi syukurnya kita bisa dapat pengalaman berharga sekali ya dan bisa sampai di Indo dengan selamat bin sehat-sehat aja 🙂

    1. Lia Djabir

      October 10, 2017 at 12:39 pm

      alhamdulillah semuanya berakhir dengan baik sih. walaupun sudah sport jantung hehehe

Makasi sudah membaca dan memberikan komen di tulisan saya. It means a lot to me biar makin semangat nulis. Please bantu share tulisan ini, siapatau tulisan ini bermanfaat untuk orang lain yang membutuhkannya.

%d bloggers like this: